Ia menjelaskan, pemerintah daerah melibatkan niniak mamak, pemangku adat, sanggar seni, serta pemuda nagari untuk memastikan kegiatan itu berjalan guna merepresentasikan identitas budaya masyarakat Padang Pariaman.

Oleh karena itu, lanjutnya, pada kegiatan tahunan itu selain pacuan kuda kemeriahan kegiatan juga akan diperkuat melalui rangkaian Alek Nagari yang menampilkan kesenian tradisional Minangkabau, di antaranya Ulu Ambek, Indang, Gandang Tasa, Randai, dan Silek Tuo.

Penyelenggara juga merancang Parade Budaya bertema "Karambie: Dari Nagari untuk Dunia" sebagai sarana memperkenalkan kekayaan tradisi dan kesenian Minangkabau kepada wisatawan yang lebih luas.

Untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut, kata dia, Pemkab Padang Pariaman mengusulkan dukungan anggaran sebesar Rp1,8 miliar kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memperkuat daya tarik Padang Pariaman Pacu Kudo agar mampu bersaing dan ditetapkan sebagai salah satu agenda dalam kalender KEN 2027.