“Modernisasi bukan berarti meninggalkan tradisi. Justru tradisi harus menjadi fondasi bagi kemajuan,” katanya.

Nabil mengingatkan pencak silat tidak boleh dipahami sebatas olahraga bela diri, didalamnya terdapat pendidikan karakter, pengendalian diri, penghormatan terhadap sesama, serta nilai-nilai kemanusiaan yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

“Pendekar sejati bukanlah mereka yang paling ditakuti, tetapi mereka yang paling mampu menjaga nilai, martabat, dan kemanusiaan,” ucapnya.

Karena itu Nabil berharap hubungan Pagar Nusa dan Tapak Suci dapat dikembangkan melalui kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, penguatan kelembagaan, serta pengembangan pencak silat Indonesia di tingkat internasional.