NADIKABAR.COM — Ketua Umum PP Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen menggelar pertemuan dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hongkong Andi Ardiansyah di Kantor KJRI Hongkong, salah satunya membahas soal inisiasi pembentukan federasi pencak silat.

“Langkah strategis kita berikutnya adalah mentransformasi apresiasi budaya ini menjadi institusionalisasi olahraga, yaitu dengan menginisiasi pembentukan Federasi Pencak Silat Hongkong serta melatih warga lokal,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pertemuan organisasi otonom PBNU itu juga membahas pengembangan pencak silat, pembinaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan diplomasi budaya.

Gus Nabil yang juga Wakil Ketua Umum PB IPSI mengatakan pengembangan pencak silat di luar negeri perlu mulai diperluas dengan melibatkan masyarakat lokal. Langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan pengembangan pencak silat secara global.

“Ini adalah bagian terintegrasi dari peta jalan global PB IPSI menuju Pencak Silat Road to Olympics,” ujarnya.

Gus Nabil menilai keberadaan komunitas Indonesia merupakan modal awal yang penting bagi pengembangan pencak silat di luar negeri. Namun, menurut dia, internasionalisasi pencak silat tidak boleh hanya berputar di lingkungan WNI.

“Kita ingin bukan hanya orang Indonesia yang berlatih pencak silat di luar negeri. Warga lokal harus semakin banyak yang belajar, menjadi pelatih dan atlet, serta pada akhirnya ikut membangun organisasinya,” katanya.

Oleh karena itu, inisiasi pembentukan Federasi Pencak Silat Hongkong menjadi salah satu agenda yang dibicarakan bersama KJRI.

Menurutnya, semakin banyak negara dan wilayah yang memiliki organisasi, pelatih, serta atlet lokal, semakin kuat pula ekosistem pencak silat internasional.

“Menuju Olimpiade membutuhkan ekosistem global. Harus ada organisasi, pelatih, atlet, kompetisi, dan regenerasi di berbagai negara,” ujarnya.

Selain pengembangan pencak silat, pertemuan membahas aktivitas Pagar Nusa di kalangan PMI. PCI Pagar Nusa Hongkong saat ini telah menaungi dua Pengurus Anak Cabang (PAC).

Latihan dilaksanakan secara rutin pada hari libur kerja. Victoria Park menjadi salah satu pusat latihan, ditambah dua lokasi lainnya.

Menurut Gus Nabil, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana berlatih bela diri, tetapi juga ruang pembinaan karakter, kedisiplinan, persaudaraan, dan kegiatan positif bagi PMI.

Sementara itu, Konjen RI di Hongkong Andi Ardiansyah mengapresiasi konsistensi kegiatan Pagar Nusa. Menurutnya, Pagar Nusa menjadi pilar penting dalam pembinaan keanggotaan dan pengayoman Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tetap tertib dan berkegiatan positif.

“Juga menjadi etalase diplomasi budaya Indonesia di Hongkong,” kata Andi.

Pagar Nusa telah tiga kali terlibat dalam Hongkong Flower Show di Victoria Park dengan menampilkan Seni Wiraloka, Koreografi Salam Pagar Nusa, serta jurus gabungan dengan iringan musik Nusantara. Andi menilai keterlibatan tersebut turut memperkuat citra Indonesia.

“Dukungan konsisten Pagar Nusa dalam berbagai agenda bergengsi, khususnya Hongkong Flower Show selama tiga kali berturut-turut, telah memperkuat pencitraan positif bangsa di mata publik internasional dan otoritas lokal,” ujarnya.