NADIKABAR.COM — Penggunaan earbuds Bluetooth telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, baik untuk mendengarkan musik, bekerja, maupun berolahraga. Meskipun praktis, kepopulerannya memicu pertanyaan terkait dampaknya terhadap kesehatan, mulai dari isu radiasi hingga risiko gangguan pendengaran.
Mitos radiasi elektromagnetik dan kanker
Kekhawatiran yang paling sering muncul adalah paparan radiasi radiofrequency (RF) langsung di dekat kepala. Earbuds Bluetooth menggunakan radiasi non-pengion (non-ionizing radiation) dengan tingkat energi yang sangat rendah.
Menurut lembaga kesehatan dunia World Health Organization (WHO) melalui laporan radiasi non-pengion dan kesehatan, radiasi non-pengion tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak DNA atau sel manusia secara langsung.
Nilai Specific Absorption Rate (SAR) pada earbuds Bluetooth berada jauh di bawah batas aman yang ditetapkan badan regulasi internasional, sehingga klaim bahwa perangkat ini memicu kanker otak belum terbukti secara ilmiah.
Risiko kesehatan nyata yang harus diwaspadai
Meskipun aman dari ancaman radiasi mematikan, pemakaian earbuds Bluetooth secara terus-menerus dan tanpa batasan yang jelas tetap membawa sejumlah risiko medis yang terbukti nyata:
Meskipun aman dari ancaman radiasi mematikan, pemakaian earbuds Bluetooth secara terus-menerus dan tanpa batasan yang jelas tetap membawa sejumlah risiko medis yang terbukti nyata: