Pemilihan anggota kongres juga digelar di Brasil; di mana Partai Liberal yang mengusung Flavio Bolsonaro, rival Lula da Silva, meraih kursi terbanyak di kedua majelis.

Menurut Nascimento, meskipun unggul dari segi jumlah, Partai Liberal tidak akan mampu mengambil keputusan-keputusan yang sangat penting secara mandiri, seperti soal pemakzulan karena perlu dua pertiga suara di parlemen. Oleh karena itu, partai tersebut tetap harus bernegosiasi dengan kekuatan politik lainnya.

Selain itu, Partai Liberal merupakan wadah bagi para politisi yang tidak selalu ideologis, sehingga dapat mengakibatkan perpecahan internal partai tersebut.