Hendi yang merupakan pensiunan dosen Universitas Muria Kudus ini mengaku khawatir ikan sapu-sapu ini jika dibiarkan akan mengancam dan merusak Bendung Karet Sungai Juana.
"Dampaknya buat bendungan karet, dapat merusak bangunan fondasi, membuat lubang atau ngerong untuk sarang di tepi tanggul menyebabkan tanah jugruk bisa menyebabkan longsor, di samping karena predator dan invasif ikan sapu-sapu dapat merusak ekosistem perairan," ungkap dia.
Oleh karena itu, Hendi berharap agar ikan sapu-sapu tersebut segera dibersihkan.
"Mumpung airnya kering perlu adanya gerakan pembasmi ikan sapu-sapu," pungkasnya.
Dari pantauan NadiKabar di dasar sungai yang mengering dan menyisakan celah-celah lumpur pecah, tampak pemandangan yang tak biasa. Hamparan ikan sapu-sapu bergelimpangan. Jumlahnya tak lagi puluhan, melainkan ratusan ribu ekor, merayap dan bertahan di sisa-sisa air yang kian menyusut.