"Selama beberapa dekade, kaum skeptis memiliki satu jawaban sederhana untuk Formasi Durupinar yang berbentuk seperti kapal itu: formasi tersebut hanyalah bongkahan padat batuan alami," demikian pernyataan Noah's Ark Scans pada Rabu (23/9).
"Misinya jelas: menguji kebenaran penjelasan mengenai 'batuan padat' tersebut. Apakah formasi itu merupakan satu massa batu alam yang homogen? Apakah terdapat struktur internal di dalamnya? Di manakah letak batuan dasar yang sebenarnya di bawah formasi tersebut -- dan bagaimana kelanjutan batuan dasar itu di lembah sekitarnya," imbuh pernyataan tersebut.
Jones, sebagai pendiri Noah's Ark Scans, mengatakan bahwa data radar awal tidak menunjukkan adanya "tanda-tanda batuan padat yang homogen dan sederhana" di lokasi tersebut.
Dalam penelitiannya, Noah's Ark Scans bekerja sama dengan Bakhtar Research and Engineering LLC, yang ilmuwannya, Dr Khosrow Bakhtar, memimpin surveri radar tersebut. Penyelidikan lebih luas dipimpin oleh arkeologi Cenker Atila dari Universitas Sivas Cumhuriyet.
Noah's Ark Scans membagikan video dari dalam Formasi Durupinar yang disebut sebagai "rekaman pertama dari dalam Bahtera Nuh". Video itu direkam menggunakan drone Gopher, sebuah "robot bawah tanah yang dirancang untuk menjangkau tempat yang tidak dapat diakses manusia", yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi.
Mereka menyebut video itu membantu memperlihatkan apa yang diyakini tim berdasarkan pemindaian sebelumnya, yakni tidak ada batuan atau batuan dasar di dalam struktur tersebut. Hal ini belum dikonfirmasi secara independen.