NADIKABAR.COM — Banjir bandang menerjang wilayah Nepal-Tibet dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di sejumlah daerah. Pakar Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Adi Maulana mengungkap bencana tersebut terbentuk melalui rangkaian proses di kawasan pegunungan, termasuk pencairan es dan longsoran material.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/8/2026) di wilayah Nepal yang berbatasan dengan Tibet. Prof Adi menjelaskan gempa-gempa kecil yang terjadi di kawasan pegunungan dapat membuat batuan dan material es di wilayah hulu menjadi tidak stabil.

"Jadi, terjadi gempa-gempa kecil, terutama di wilayah pegunungan, gempa-gempa kecil itulah yang kemudian menyebabkan batuan-batuan yang ada di wilayah hulu di atas pegunungan, termasuk juga es-es yang ada di sana, kemudian menjadi tidak stabil," ujar Prof Adi kepada NadiKabar, Kamis (28/8/2026).

Selain gempa, pemanasan global mempercepat pencairan es di kawasan pegunungan sehingga menambah volume air di wilayah hulu. Kondisi tersebut dapat disertai dengan intensitas hujan yang kemudian menyebabkan material di wilayah hulu sungai runtuh.