Sementara itu, guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menjelaskan serangan Houthi juga berkaitan dengan persepsi kelompok tersebut bahwa Saudi lebih dahulu menyerang wilayah mereka.
"Houthi melakukan penyerangan karena menurut Houthi Arab Saudi yang terlebih dahulu menyerang. Di samping Arab Saudi berpihak pada pemerintahan Yaman, sementara Houthi didukung oleh Iran," kata Hikmahanto.
Hikmahanto menilai konflik tersebut terkadang dipandang sebagai bagian dari persaingan antara kelompok. Namun, menurutnya, persoalan itu juga berkaitan dengan pertarungan kepentingan geopolitik di kawasan.
Hikmahanto menyoroti posisi Arab Saudi yang berpihak kepada Amerika Serikat (AS), sementara Houthi berada di kubu yang mendukung Iran. Ketegangan tersebut semakin kompleks di tengah konflik Iran dan AS.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Rezasyah mendorong Indonesia mengambil peran melalui forum multilateral. Menurutnya, Indonesia dapat bergerak dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Gerakan Non-Blok (GNB), serta kerja sama negara-negaea dunia bagian selatan, baik di dalam maupun di luar Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).