NADIKABAR.COM — Pakar pariwisata dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Azila Azmi menilai pengelolaan wisata religi dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan akal imitasi dan teknologi digital.
Menurut Azila Azmi dalam seminar bertajuk “Contemporary Trends in Halal and Religious Tourism Management” di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, teknologi tidak semestinya hanya digunakan untuk transaksi ekonomi dan promosi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi, penyampaian informasi sejarah, serta komunikasi nilai-nilai keagamaan dan budaya kepada masyarakat luas.
Ia menyebutkan terdapat empat peran teknologi dalam pengembangan wisata religi, yaitu mendidik, menafsirkan, membimbing, menghubungkan.