Dia menyatakan bahwa ASEAN dan China tidak hanya dua kawasan dengan perekonomian paling dinamis dan tumbuh pesat di dunia. Keduanya juga memiliki hubungan ekonomi yang sangat kokoh. China telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN sejak 2009, sementara ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar China sejak 2019. Flores menyampaikan bahwa Kanal Pinglu dapat menambah penghubung fisik yang penting bagi arsitektur ekonomi bilateral tersebut, sekaligus menjadi mata rantai baru yang penting dalam hubungan ekonomi ASEAN-China . "Dengan memanfaatkan kanal tersebut, perusahaan-perusahaan ASEAN dapat memperoleh akses yang lebih mudah menuju pasar pedalaman Tiongkok yang sangat luas dan mendiversifikasi rantai pasokan mereka," tutur Flores.

Kanal Pinglu dibuka pada tahun pertama periode Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026-2030), seiring dengan upaya perekonomian terbesar kedua di dunia itu untuk mendorong pembangunan regional yang lebih terkoordinasi dan lebih lanjut memperluas keterbukaan berstandar tinggi, yang menjadi prioritas dalam rencana tersebut. Flores yakin signifikansi kanal itu melampaui sekadar urusan kargo. Kanal itu merupakan koridor peluang yang potensial tidak hanya bagi sektor bisnis, tetapi juga bagi para pekerja, petani, pelajar, ilmuwan, dan kalangan lainnya. "Infrastruktur seperti Kanal Pinglu dapat mengubah kedekatan geografis menjadi peluang ekonomi yang praktis dan pembangunan yang inklusif," ujar Flores, seraya menambahkan bahwa kanal itu harus dioperasikan secara efisien dan didukung oleh kebijakan yang berkelanjutan.