Sementara untuk faktor eksternal yaitu produk kecantikan, ia menyarankan masyarakat semakin aktif mencari informasi keamanan produk, terutama aspek keamanan berbasis ilmiah serta memastikan produk sudah terdaftar resmi di BPOM.
Terkait tips penyeimbang, pakar dermatologi itu menyarankan agar publik memprioritaskan kebutuhan primer tubuh sebelum beralih ke perawatan sekunder di klinik kecantikan.
"Disarankan untuk prioritaskan yang primer dulu yaitu dari segi nutrisi, pemulihan dengan tidur yang cukup, dan juga termasuk olahraga, baru lah sekundernya seperti produk kecantikan," tuturnya.
Dengan melihat kondisi cuaca dan mobilitas di Pulau Dewata, ia hanya menekankan bahwa rutinitas harian yang utama untuk produk kecantikan cukup penggunaan pelembap dan tabir surya.
Rangkaian edukasi kesehatan kulit dan aktivitas kebugaran ini dihadirkan dalam acara "Road to Beautiverse 2026" yang dihelat menjelang pameran utama di The Meru KEK Kesehatan Sanur pada Desember mendatang.