Selain produksi, ia mengapresiasi kebijakan pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Menurut dia, harga gabah di tingkat petani saat ini bahkan di sejumlah daerah telah melampaui HPP karena ada yang mencapai Rp8.000 per kilogram.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat petani padi lebih bergairah, meskipun pada sisi lain harga gabah yang tinggi dapat menimbulkan persoalan bagi penggilingan dan pelaku usaha beras karena harga jual beras tetap dibatasi oleh Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sebesar Rp14.900 per kilogram untuk kualitas premium.

Menurut dia, capaian produksi padi tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan persoalan produktivitas dan risiko gagal panen, terutama ketika petani menghadapi dampak El Nino.

Ia mengatakan masih terdapat petani yang mengalami gagal panen, sementara perlindungan melalui asuransi pertanian belum menjangkau seluruh petani, terutama petani kecil.