Dari sudut pandang psikologis, otrovert dianggap sebagai individu yang mandiri dan tidak membutuhkan validasi eksternal. Otrovert cenderung fokus menjadi diri mereka sendiri daripada mengikuti norma atau kebiasaan yang dilakukan dalam sebuah kelompok.

"Mereka mungkin menjalani hidup mereka secara otonom dan mandiri, tanpa terlalu mempertimbangkan apa yang dipikirkan orang lain," kata Dr Murdock-Frazier.

Otrovert bisa berinteraksi dalam berbagai situasi sosial. Namun, mereka tidak bergantung pada interaksi sosial untuk membangun identitas atau menentukan harga diri.

Otrovert juga cenderung lebih menyukai hubungan yang mendalam secara personal, seperti percakapan satu lawan satu, dibandingkan dinamika dalam kelompok besar. Terkadang, orang otrovert memang merasa kesepian, tetapi tidak terlalu parah.

"Orang otrovert sering merasa kesepian dalam kelompok, tetapi jarang bosan saat sendirian atau bersama beberapa teman dekat," kata Kaminski.

Otrovert dapat merasakan adanya perbedaan atau jarak dengan orang-orang di sekitarnya dan tidak terlalu membutuhkan validasi dari lingkungan.