Ketiga negara itu juga menyebutkan bahwa upaya menerjemahkan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah menjadi langkah-langkah praktis akan memperkuat daya pencegah, kesiapan militer, dan integrasi, kata pernyataan bersama tersebut.

Kelompok Houthi mengumumkan larangan maritim terhadap pelayaran Arab Saudi pada Juli lalu dan sejak itu telah melancarkan serangan terhadap kapal tanker serta fasilitas minyak Arab Saudi.

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah pada 7 Agustus di kota Makkah, Arab Saudi, yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu pihak penanda tangan akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.