Kemudian, CV Hury Accessories Kebumen bekerja sama dengan CV Naturaline Boyolali untuk penjualan bundling produk senilai Rp500 juta dengan masa kontrak lima tahun.
Tifani Batik Pekalongan juga menjalin sejumlah kerja sama, antara lain penyediaan biji jintri senilai Rp300 juta serta penyediaan parfum dan aromaterapi senilai Rp360 juta.
Sementara itu, Segar Asem Semarang menjalin kerja sama penyediaan produk minuman tradisional dengan Oleh-oleh Kampung Joglo Malioboro Yogyakarta senilai Rp30 juta. Kerja sama serupa juga dilakukan dengan Oleh-oleh 52 Grup Semarang dengan nilai mencapai Rp1,05 miliar.
Emmy mengatakan selama pameran pelaku usaha didorong tidak hanya berjualan, tetapi juga membangun jejaring, bertukar kontak bisnis, mengumpulkan database pelanggan, membuat konten, hingga mengoptimalkan media sosial.
Pameran tersebut juga membuka peluang pasar internasional. Emmy menyebutkan terdapat sejumlah pembeli dari luar negeri yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk UMKM Jawa Tengah.
Salah satunya adalah pembeli asal Brasil yang menyatakan minat terhadap 6.460 lembar tikar pandan dengan potensi nilai kontrak sekitar Rp4,56 miliar. Ketertarikan terhadap produk UMKM Jawa Tengah juga datang dari pembeli asal Nigeria, India, dan Amerika Serikat.
Selama delapan hari, pameran dikunjungi oleh sekitar 80.000 orang. Antusiasme pengunjung bahkan masih terlihat hingga malam terakhir pelaksanaan. Sebanyak 150 stan yang terlibat terdiri atas 24 stan provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian, dan 14 stan mandiri.