NADIKABAR.COM — Menyusul dibukanya kanal khusus pengecekan desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh Badan Pusat Statistik (BPS), keluhan kenaikan desil ramai bermunculan di media sosial. Beruntungnya, masyarakat yang menganggap desilnya tidak sesuai dapat mengajukan pembaruan data.
Disadur dari laman resmi BPS, desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Usai mempertimbangkan berbagai aspek sosial ekonomi, keluarga dibagi ke dalam 10 kelompok.
Desil 1 adalah kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah. Sebaliknya, desil 10 adalah yang dianggap memiliki kesejahteraan tertinggi. Indikator penentuannya sangat variatif, di antaranya kepemilikan jenis barang, daya listrik, pekerjaan, dan sumber air minum.
Kementerian Sosial memakai acuan desil DTSEN untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos). Sebab, hanya keluarga dalam desil prioritas saja yang dianggap memenuhi kriteria. Oleh karenanya, data desil yang benar adalah urusan penting.
Bagi pembaca yang merasa desilnya tidak sesuai, begini panduan mengajukan pembaruannya. Baca sampai tuntas agar tidak ada informasi penting yang terlewat, ya!