NADIKABAR.COM — pembaca yang sedang mencari wisata keluarga di Sidoarjo yang tidak hanya menawarkan pemandangan, Wisata Kaki Bumi Petik Jambu di Desa Kebaron bisa menjadi pilihan. Di tempat ini, pengunjung dapat masuk ke area kebun, memetik dan menikmati jambu langsung dari pohonnya dengan tiket masuk mulai Rp5.000.

Menariknya, kawasan wisata ini tidak hanya berisi kebun jambu. Lahan desa seluas 4 hektare tersebut dikembangkan menjadi tempat wisata edukatif yang memadukan pertanian, lingkungan, rekreasi keluarga, hingga aktivitas seperti memancing. Berikut informasi lengkap mengenai lokasi, tiket, jenis jambu, fasilitas, serta aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung.

Wisata Kaki Bumi Petik Jambu berada di Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Destinasi ini dikelola oleh BUMDes Kebaron Makmur bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Pengembangan wisata tersebut memanfaatkan potensi lahan desa. Dari total lahan sekitar 4 hektare, kurang lebih 2 hektare digunakan sebagai kebun jambu. Di dalamnya terdapat sekitar 2.000 pohon dengan tiga jenis jambu, yakni jambu biji merah, jambu kristal, dan jambu australi.

Sementara itu, lahan lainnya digunakan untuk mengembangkan berbagai aktivitas pendukung wisata. Pengunjung dapat menemukan kolam pancing, taman kelinci, peternakan kambing mini, hingga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Konsep tersebut membuat wisata ini tidak hanya mengandalkan aktivitas petik buah. Pengunjung juga dapat mengenal kegiatan pertanian dan lingkungan secara lebih dekat, sehingga cukup menarik untuk wisata keluarga maupun kegiatan edukasi.

Wisata Kaki Bumi Petik Jambu sebenarnya bukan destinasi yang baru berdiri. Menurut Hadi Jarmadi, Kaur TU Desa Kebaron, wisata tersebut telah berjalan sejak 2018.

Namun, perkembangannya semakin pesat setelah 2021. Saat itu, pengelola mendapatkan pendampingan dari ASIDWI yang turut mendorong pengembangan kawasan wisata.

Dalam keterangannya pada Kamis (14/8/2025), Hadi mengatakan wisata tersebut kemudian semakin ramai, terutama pada akhir pekan. Pengunjung yang datang juga tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Sidoarjo, tetapi mencakup wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.

Salah satunya adalah wisatawan asal Jepang yang turut berkunjung ke kawasan wisata petik jambu tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana lahan desa yang sebelumnya merupakan bagian dari potensi lokal dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.