NADIKABAR.COM — “Sepertinya, saya ini hanya tubuh yang dipinjam untuk memperkenalkan pertanian organik.”
Kalimat itu terucap dari Diyah Rahmawati, perempuan yang telah lebih dari satu dekade menekuni pertanian organik di Kota Malang, Jawa Timur.
Baginya, bertani bukan sekadar pilihan hidup, melainkan misi yang lahir dari pengalaman personal. Ia ingin memastikan lebih banyak orang mendapatkan akses pangan sehat, sekaligus merangkul petani dan masyarakat untuk tumbuh bersama.
Titik balik hidupnya bermula dari peristiwa kritis. Saat hamil, Diyah mengalami eklampsia hingga koma selama lima hari dan harus dirawat di rumah sakit selama hampir sebulan.
Keajaiban terjadi saat ia terbangun. Tubuhnya pulih jauh lebih cepat dari perkiraan medis hingga membuat dokter heran. Diyah meyakini, kebiasaannya mengonsumsi pangan organik menjadi kunci utama ketahanan tubuhnya melewati masa kritis tersebut.