NADIKABAR.COM — Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengungkap kendala penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut penanganan menjadi sulit karena titik api yang terpencar dan masih banyaknya hewan buas di dalam area tersebut.
"Itu lokasinya memang sangat terpencar Bapak. Sangat terpencar wilayahnya, dan wilayahnya rawa, bukan hanya orang utan saja Bapak yang ada di dalam, itu masih banyak binatang-binatang buas Bapak. Oleh karena itu memang ini menjadi perhatian sendiri Bapak, untuk masuk ke sana itu mesti hati-hati," kata Zainul seperti dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2026).
Zainul juga melaporkan kalau pihaknya kekurangan pompa alkon untuk mempercepat proses pemadaman. Sebab, kendaraan belum bisa masuk ke wilayah tersebut.
"Karena memang mobil itu tidak bisa masuk, kita hanya kekurangan pompa-pompa kecil Bapak. Karena yang sudah dibantu Bapak yang waktu yang lalu, itu sudah dipakai dan masih dipakai di untuk pendinginan di beberapa tempat," ujarnya.
"Nah untuk yang saat ini kita masih kekurangan alkon saja Bapak. Untuk selang dan sebagainya itu masih cukup, hanya beberapa alkon saja," lanjut Zainul.