Lebih lanjut, Zuhdan mengatakan belum bisa memberi penilaian khusus tentang keputusan pertandingan tersebut. Ia menyebut tim medis hanya melakukan tugas ketika diberi sinyal oleh dokter pertandingan.

"Kami terus terang belum bisa berkomentar. Karena setiap pertandingan ada dokter pertandingan. Jadi setiap pertandingan yang mempunyai body contact, di situ yang memutuskan adalah dokter pertandingan," ujar dia.

Sebelumnya, Kukuh Angga mengalami kejang-kejang di arena setelah mendapat teknik banting dari lawannya, Ginting dari Solo pada babak perempat final Kelas D Putra, Selasa (27/10). Kondisi Kukuh dikabarkan berangsur pulih.