NADIKABAR.COM — Project Director Maybank Marathon 2026 Bambang Irawan mengatakan panitia berupaya menambah kuota peserta pada 2027 seiring meningkatnya minat pelari saat pelaksanaan edisi 2026 di kawasan Bali United Training Center, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (23/8).
Dia menjelaskan, langkah tersebut disiapkan sebagai respons terhadap minat masyarakat dan warga negara asing (WNA) yang terus meningkat terhadap ajang lari berpredikat Elite Label Road Race dari World Athletics itu.
"Kami lagi berusaha karena antusiasme tinggi atau animo makin meningkat dan kami ingin lebih banyak lagi pelari," kata Bambang seusai mengikuti kegiatan Maybank Marathon 2026 Appreciation Night di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasarkan data Maybank Marathon, jumlah pelari tercatat meningkat menjadi 14.100 orang dibandingkan tahun 2025 yakni sebanyak 13.600 peserta.
Bambang menambahkan, antusiasme pelari menjadi pertimbangan penting dalam menyusun penyelenggaraan berikutnya. Penyelenggara memahami semakin banyak orang ingin menjadi bagian dari ajang internasional itu, sehingga perlu mencari ruang agar kesempatan mengikuti lomba dapat terbuka lebih luas.
Meski begitu, jumlah tambahan peserta belum dapat dipastikan. Penyelenggara masih mengupayakan kapasitas yang memungkinkan untuk menampung lebih banyak pelari, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan seluruh kebutuhan lomba. Besaran kuota baru akan disampaikan setelah rencana tersebut dimatangkan.
Dia menyatakan, informasi lengkap mengenai pelaksanaan Maybank Marathon 2027 direncanakan diumumkan pada Januari tahun depan. Pengumuman itu mencakup tanggal kegiatan dan sejumlah keterangan penting mengenai penyelenggaraan. Tidak lama setelah informasi tersebut disampaikan, tambah dia, pendaftaran peserta akan mulai dibuka.
Sementara itu Maybank Indonesia bersama Katadata Insight Center mengungkapkan hasil studi terbaru mengenai dampak ekonomi dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa (Maybank Marathon 2026).
Studi tersebut mencatatkan dampak langsung dari penyelenggaraan pada Agustus lalu terhadap perekonomian Provinsi Bali mencapai Rp229,9 miliar, alias melonjak dari Rp170,8 miliar pada tahun 2025. Perhitungan dampak ekonomi dalam studi itu didasarkan pada jumlah peserta Maybank Marathon 2026.
Kenaikan dampak ekonomi itu salah satunya bersumber dari bertambahnya jumlah peserta dan meningkatnya aktivitas belanja selama berada di Pulau Dewata. Sedangkan, rata-rata pengeluaran peserta naik dari Rp12,5 juta menjadi Rp16,3 juta per orang.
Hasil studi itu juga menyatakan kontribusi terbesar datang dari peserta mancanegara/warga negara asing (WNA). Rata-rata pengeluaran mereka mencapai Rp40,1 juta per orang atau naik dari Rp27,7 juta pada 2025, dengan rata-rata durasi tinggal hingga sembilan hari di Bali. Sementara durasi tinggal peserta domestik/WNI di Bali rata-rata tiga hingga empat hari.