NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang (Panja RUU) Kawasan Industri menemukan sejumlah persoalan di lapangan yang menjadi bahan evaluasi penyusunan regulasi.
"Masih panjang untuk menuju paripurna, apalagi banyak sekali persoalan klasik di lapangan yang harus menjadi evaluasi sekaligus masukan saat menyusun RUU Kawasan Industri ini," kata Evita saat kunjungan kerja ke Kawasan Industri Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu.
Ia mengatakan sejumlah persoalan yang ditemukan meliputi pasokan gas dan energi yang belum stabil, keterbatasan akses pelabuhan, tata kelola limbah, hingga tumpang tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Evita juga menyoroti panjangnya rantai perizinan yang menurut dia menjadi salah satu persoalan dalam pengembangan kawasan industri dan investasi.
"Perizinan yang begitu panjang membuat kita kehilangan momentum. Investor lari ke Vietnam atau Thailand karena di sana mengurus izin sangat mudah. Ini sudah terjadi, bukan sekadar potensi," tegasnya.