NADIKABAR.COM — Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali emas Asian Games 2026. Empat wakilnya kompak menempati peringkat kelima dan kedelapan.
Tampil di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Sabtu (3/10/2026), Indonesia sejatinya meloloskan empat atlet di final cabang Lead putra dan putri.
Mereka ialah Alma Airiella Tsany, Sukma Lintang Cahyani, Raviandi Ramadhan, dan Putra Tri Ramadani yang biasa disapa Srondeng. Sayangnya, mereka gagal mendapatkan medali di multievent empat tahunan terbesar se-Asia tersebut.
Ramadhan yang tampil pertama terjatuh setelah mengunci 20 poin. Tangan Ramadhan tak cukup kuat untuk bertahan. Sampai akhirnya terhenti dengan 23 poin dan menempati peringkat ke-8.
Menyusul Putra Tri. Harapan panjat tebing Indonesia di cabang Lead ini juga gagal mendapatkan medali. Juara World Climbing series Praha 2026 ini selesai di peringkat kelima dengan 32 poin.
Juara dan runner up direbut wakil-wakil tuan rumah yaitu Neo Suzuki yang mengemas 40 poin dan Satone Yoshida usai membukukan lebih dari 38 poin. Sedangkan peringkat ketiga direbut Dohyun Lee (Korea Selatan) yang mengumpulkan 38 poin.
Lead putri juga gagal mendapatkan medali. Dua wakil yang lolos ke final, yaitu Alma Airiella Tsany harus puas berada di urutan kelima dengan 35 poin.
Sementara Sukma Lintang Cahyani berada di peringkat terakhir atau kedelapan dengan total 28 poin.
Adapun medali emas Lead putri diraih Chaehyun Seo setelah sukses menembus top. Perak direbut Ai Mori dari Jepang dengan skor lebih dari 47, serta Yuetong Zhang (China) mendapat medali perunggu setelah membukukan skor 39.
Dengan demikian panjat tebing Indonesia hanya mendapatkan medali emas melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi nomor speed putri.