NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memprioritaskan pemberdayaan ekonomi orang asli Papua (OAP) dalam pemanfaatan dana otonomi khusus (otsus) 2026 sebesar Rp500,63 miliar meski alokasinya menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Pegunungan Marthen Kogoya dalam keterangan di Wamena, Rabu, mengatakan kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga keberlanjutan program peningkatan kesejahteraan masyarakat di delapan kabupaten.

β€œDana otsus ini beberapa persennya digunakan untuk memberikan modal usaha, sosialisasi, dan bimbingan ekonomi bagi OAP di seluruh wilayah Papua Pegunungan supaya mereka mampu mengolah sumber daya yang ada untuk dijadikan sebagai pendapatan,” katanya.

Selain pemberdayaan ekonomi, menurut dia, dana otsus 2026 dialokasikan untuk membiayai sektor pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan OAP.

Marthen mengatakan alokasi dana otsus yang diterima Papua Pegunungan pada 2026 turun menjadi Rp500,63 miliar dibandingkan 2025 yang mencapai Rp1,2 triliun.