Pemilihan parlemen tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Komprehensif Bangsamoro 2014, yang membuka jalan bagi pembentukan wilayah otonomi mayoritas Muslim itu sekaligus peralihan dari konflik bersenjata menuju pemerintahan parlementer.
Parlemen baru Bangsamoro terdiri atas 40 perwakilan partai regional, 32 perwakilan daerah pemilihan, dan delapan perwakilan sektoral.
Partai Federalis Bangsamoro yang dipimpin Macacua berhasil mengamankan 16 kursi dalam pemilihan tersebut, disusul Partai Keadilan Bangsamoro Bersatu (UBJP) pimpinan Ebrahim dengan 15 kursi.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan