NADIKABAR.COM — Partai Rusia Bersatu mengungguli raihan suara dalam pemilihan legislatif di negara tersebut dan diperkirakan akan meraih jumlah kursi mayoritas di Duma Negara, demikian hasil awal komisi pemilihan pusat Rusia.

Dengan 93 persen surat suara selesai dihitung pada Senin pagi, partai berkuasa di Rusia itu berhasil meraih 57,83 persen suara, naik dari 49,82 persen suara yang diperolehnya dalam pemilu 2021.

Sementara itu, Partai Komunis Federasi Rusia (KPRF) meraih 13,81 persen suara, Partai Liberal Demokratik Rusia (LDPR) mendapat 8,93 persen suara, dan Partai Orang Baru meraup 7,97 persen suara.

Adapun Partai Rusia Berkeadilan hanya mendapat 4,96 persen suara, sedikit di bawah ambang batas parlemen sebesar 5 persen, sehingga terancam gagal mendapat kursi di Duma Negara, majelis rendah Parlemen Rusia.

Di samping itu, calon dari Partai Rusia Bersatu memimpin raihan suara di 208 dari 225 daerah pemilihan dengan wakil tunggal.

Pemilihan legislatif untuk memilih 450 anggota Duma Negara yang berlangsung selama 3 hari tersebut ditutup pada Minggu, dengan jumlah pemilih yang melaksanakan hak pilihnya berada pada persentase 57 persen, meningkat dari 51,72 persen dalam pemilu 2021.

Ada sepuluh partai yang bertanding dalam pemilihan legislatif kali ini, termasuk lima partai parlemen serta lima partai non-parlemen, yaitu Partai Rodina, Partai Komunis Rusia, Partai Hijau, Partai Pensiunan, dan Partai Demokrasi Langsung.

Adapun calon-calon dari Partai Yabloko, meski tidak tercantum dalam surat suara partai di tingkat federal, tetap bertanding untuk kursi daerah pemilihan dengan wakil tunggal.

Pemilihan legislatif kali ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Rusia sejak 2022 di tengah perang dengan Ukraina. Pemungutan suara juga berlangsung di wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia, sehingga memicu kecaman dari Kiev dan sejumlah pemerintah di negara Barat.

Penerjemah: Nabil Ihsan