Menurut Mahfuz, pemilihan 28 Oktober sebagai hari lahir partai memiliki makna ideologis karena bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda yang menegaskan persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu diterapkan dalam karakter organisasi dan pelaksanaan gerakan politik, bukan hanya diperingati sebagai bagian dari sejarah nasional.
βDengan menjadikan Indonesia sebagai orientasi utama, Gelora ingin membangun identitas politik yang melampaui kepentingan kelompok serta mampu merangkul berbagai elemen masyarakat,β kata dia.
Mahfuz mengatakan, Gelora ingin mengambil posisi sebagai titik temu, titik himpun, sekaligus titik gerak bagi masyarakat yang memiliki cita-cita bersama untuk mendorong kemajuan Indonesia.