"Beliau sudah mencoba selama 1 tahun ini bolak balik Jogja-Jakarta untuk menjalankan kedua tugas tersebut bersamaan, tapi akhirnya fisik beliau tidak kuat juga," ungkap Sambo.

Sambo menyebut mundurnya Ridho sudah melalui berbagai pertimbangan. Ridho juga melakukan perenungan hingga berkonsultasi dengan mertuanya yakni Amien Rais.

"Alasan kedua, karena dua tanggung jawab yang besar itu akhirnya berdampak pada kesehatan beliau menjadi sering sakit. Alasan Ketiga juga hasil renungan beliau dan juga hasil konsultasi beliau dengan Pak Amien dan keluarga dan juga konsultasi dengan Sekretaris Majelis Syuro," tambahnya.

Meski begitu, Ridho berkomitmen tetap aktif sebagai anggota majelis syuro.

"Akhirnya beliau dengan bulat hati memutuskan untuk mundur dari Ketum Partai Ummat tapi tetap berkiprah di partai sebagai anggota majelis syuro. Adapun alasan Pak Taufik mundur adalah solidaritas dengan Mas Ketum dan juga ingin agar ada penyegaran di pimpinan DPP, dan Pak Taufik tetap aktif membantu partai Ummat dengan penugasan yg baru, Insyaallah," tuturnya.