NADIKABAR.COM — Partai Persatuan Patriotik Kurdistan (PUK), salah satu partai utama Kurdi di wilayah utara Irak, pada Kamis (5/11) mengumumkan pengunduran diri dari pemerintahan regional.
PUK juga menyatakan tidak akan mengakui sidang parlemen terbaru maupun keputusan apa pun yang dihasilkan dari sidang tersebut.
Presiden PUK, Bafel Talabani, mengumumkan keputusan itu melalui pesan video kepada para pendukungnya pada Kamis malam waktu setempat. Dalam pernyataannya, ia melontarkan kritik tajam terhadap rival politiknya, Partai Demokrat Kurdistan (KDP).
Talabani menyatakan bahwa partainya akan segera menarik diri dari apa yang ia sebut "sebagai pemerintahan yang gagal".