Jika kondisi makanan dan minuman di meja sudah terpapar dengan abu dan sulit dibersihkan, menurut dr.Diana, sebaikya makanan tersebut tidak dimaka dan lebih baik membuat makanan baru.
"Jadi jangan sayang makanan sampai akhirnya malah kita terkena dampak abu vulkanik itu," ujarnya.
Menurut dr. Diana, sebenarnya tidak ada makanan, vitamin, atau 'detoks' tertentu yang bisa membuat seseorang kebal terhadap abu vulkanik.
"Jadi jangan fokus mencari "makanan penangkal abu" ya. Yang utama adalah mengurangi paparan dan menjaga makanan serta air tetap aman," tulisnya dalam keterangan Instagram.
Dalam kondisi seperti ini, ahli gizi tersebut juga menyarankan masyarakat untuk tidak panik dan berusaha mengurangi paparan abu dengan melakukan tips-tips yang ia berikan.