Selain itu, terdapat sejumlah destinasi yang menyediakan fasilitas eTA bagi pemegang paspor Indonesia. Sementara 109 destinasi masih mencantumkan visa sebagai persyaratan masuk.

Posisi Indonesia tersebut bahkan masih berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara. Thailand, misalnya, menempati peringkat ke-53 dengan Mobility Score 93, sedangkan Timor-Leste berada di peringkat ke-46. Brunei Darussalam juga berada lebih tinggi dalam daftar global.

Dengan demikian, posisi Indonesia dalam Passport Index 2026 masih berada di bawah Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Timor-Leste, dan Thailand di kawasan Asia Tenggara.

Kekuatan paspor suatu negara umumnya berkaitan dengan luasnya akses perjalanan yang diberikan negara lain kepada pemegang paspor tersebut. Dalam Passport Index, salah satu ukuran utamanya adalah Mobility Score yang menghitung berbagai bentuk kemudahan perjalanan, termasuk akses bebas visa dan visa on arrival.

Posisi Malaysia pada 2026 menunjukkan bahwa pemegang paspor negara tersebut mendapatkan akses perjalanan yang relatif luas ke berbagai destinasi dunia. Data Passport Index mencatat 129 destinasi bebas visa dan 46 destinasi dengan visa on arrival.

Faktor lain yang kerap dikaitkan dengan kekuatan paspor adalah hubungan diplomatik dan tingkat kepercayaan antarnegara. Kemudahan perjalanan lintas negara dapat dipengaruhi oleh berbagai kesepakatan bilateral maupun kebijakan imigrasi masing-masing negara.

Malaysia juga memiliki posisi ekonomi dan diplomatik yang cukup penting di kawasan Asia Tenggara. Hubungan perdagangan, pariwisata, dan kerja sama antarnegara menjadi bagian dari hubungan internasional yang dapat memengaruhi kemudahan mobilitas warga.