"Ini adalah hari yang luar biasa bagi Amerika dan, yang terpenting, kita meninggalkan Irak dengan Perdana Menteri baru yang hebat, Ali al-Zaidi-sosok yang saya dukung sejak awal dan saya restui sepenuhnya. Ia memenangkan pemilihan umum yang awalnya tidak diprediksi akan dimenangkannya, dan ia menang dengan keunggulan mutlak!" kata Trump.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyambut baik penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari wilayah Irak, negara tetangganya. IRGC menyebutnya sebagai "kemenangan bersejarah". Mereka juga menyerukan agar pasukan Amerika meninggalkan kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang dirilis media resmi mereka, seperti dilansir AFP, Kamis (1/10/2026), IRGC "menyampaikan selamat kepada bangsa Irak yang membanggakan, front bersatu Perlawanan Islam, dan para pejuang revolusioner dunia Islam atas kemenangan bersejarah ini".

Bagi pemerintah Irak di Baghdad, 30 September 2026 menandai berakhirnya sebuah era. "1 Oktober akan menjadi hari baru dalam perjalanan negara Irak, dengan negara yang bebas dari kehadiran militer asing dan terwujudnya kedaulatan nasional penuh atas wilayahnya," kata Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi dalam sebuah pernyataan. Momen ini akan dirayakan sebagai "Hari Kemerdekaan" dengan empat hari libur resmi.

Pada Rabu (30/09), Amerika Serikat akan menyelesaikan penarikan 2.500 tentara terakhirnya dari wilayah Irak sesuai perjanjian 2024. Kepergian mereka mengakhiri 12 tahun misi 'Operation Inherent Resolve' yang dipimpin AS melawan kelompok Negara Islam atau ISIS, yang saat itu sedang menggempur Irak dan Suriah.