Dokter bedah utama paus, Stefano Margaritora, bersama dokter pribadinya, Luigi Carbone, menyatakan bahwa prosedur tersebut berlangsung sekitar 90 menit dan berhasil dilakukan tanpa komplikasi. Paus Leo diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk pulih.

"Untuk memastikan prosedur ini bersifat kuratif, lobus bawah paru-paru kanan diangkat menggunakan teknik bedah minimal invasif dengan bantuan kamera," kata tim bedah paus, yang juga menegaskan bahwa tujuan operasi adalah untuk menghilangkan seluruh jaringan kanker.

Vatikan mengatakan diagnosis tersebut telah dicurigai melalui pemeriksaan sebelum operasi dan kemudian dikonfirmasi selama tindakan bedah berlangsung.

Menurut para ahli onkologi, prognosis Leo sangat baik karena nodul kanker tersebut terdeteksi pada tahap yang sangat dini.

Seorang sumber Vatikan yang dikutip kantor berita AFP mengatakan pemeriksaan lanjutan masih dilakukan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Leo, yang lahir di Chicago, AS, pada 1955 dengan nama Robert Prevost, menghabiskan puluhan tahun sebagai misionaris dan uskup di Peru sebelum terpilih menjadi paus. Pada 1985, saat masih menjadi pastor muda, ia terserang demam tifoid di Chulucanas, Peru, dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.