Ia menceritakan pengalaman tersebut dalam satu-satunya wawancara panjang yang ia berikan sebagai paus, yang diterbitkan dalam sebuah buku oleh Penguin Peru.

Leo mengatakan rasa sakit yang ia alami saat itu begitu hebat hingga ia memohon kepada Tuhan agar diizinkan meninggal daripada terus menderita. Ia menganggap keselamatannya sebagai tanda dari Tuhan bahwa, "Kami masih membutuhkanmu di sini (di dunia)," ujarnya.

Leo yang kini berusia 71 tahun mengungkapkan masalah kesehatannya kepada ribuan umat dalam sebuah ibadat doa pada Minggu (11/10) . Langkah itu menandai perubahan mencolok dalam tingkat keterbukaan mengenai kesehatan paus dibandingkan para pendahulunya.

Di masa lalu, Vatikan kerap dikritik karena mengeluarkan pernyataan yang membingungkan atau sangat minim informasi terkait kesehatan paus, bahkan terkadang tidak mengungkapkannya sama sekali.

Seluruh agenda kepausan telah dibatalkan hingga 20 Oktober. Namun, Leo masih diperkirakan akan melanjutkan rencana kunjungan ke Amerika Selatan pada November mendatang.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris