Zulfydar menjelaskan federasi telah menyiapkan buku panduan yang memuat aspek teknis, tata cara pembinaan, serta target pencapaian atlet dari kelompok junior hingga senior.

Ia menilai regenerasi menjadi faktor penting agar prestasi bola tangan Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Kami harus menghitung kapan junior dimulai dan kapan target senior bisa dicapai. Jadi, target-target itu harus disiapkan," ujar Zulfydar.

PB ABTI juga akan mengembangkan Liga Pelajar sebagai fondasi pembinaan atlet dari tingkat sekolah. Program tersebut menyasar siswa SMP dan SMA, dengan melibatkan sekolah serta pengurus provinsi dalam proses pengembangan dan penjaringan atlet.

Atlet-atlet potensial dari daerah nantinya akan diproyeksikan untuk mengikuti pembinaan dan kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi, termasuk melalui keterlibatan perguruan tinggi.

Zulfydar berharap bola tangan dapat berkembang di lingkungan pendidikan sehingga semakin banyak atlet muda yang mengenal dan menekuni cabang olahraga tersebut.