NADIKABAR.COM — PB Akuatik Indonesia menjadikan 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat ekosistem akuatik nasional.
"Renang masters ini berdampak langsung terhadap perluasan dan penguatan ekosistem akuatik Indonesia," kata Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo di Jakarta, Jumat.
Menurut Harlin, makin banyak masyarakat yang aktif berenang makin meningkat kebutuhan terhadap pelatih, fasilitas kolam renang, perlengkapan olahraga, ahli nutrisi hingga tenaga medis olahraga.
Klub renang yang sebelumnya fokus membina atlet kelompok umur dan elite kini juga mulai membina perenang masters.
"Ekosistem akuatik ini berkembang, bukan hanya dari perlombaannya, tetapi juga dari semakin banyak orang yang terlibat," ujarnya.
PB Akuatik Indonesia akan menggelar 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, 17-18 Oktober.
Sekitar 600 perenang dari 76 klub dan komunitas di Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam ambil bagian atau meningkat dar edisi 2019 di Indonesia yang diikuti 344 peserta.
Harlin mengatakan perkembangan renang masters juga membuka peluang pertumbuhan industri olahraga akuatik karena para peserta membutuhkan latihan, fasilitas, dan berbagai perlengkapan pendukung.
Kejuaraan tersebut akan diikuti perenang berusia 25 hingga 86 tahun.
Salah satu peserta adalah pemegang rekor dunia masters kelompok umur 45-49 tahun putri Shauna Krkalo yang akan tampil mewakili komunitas renang URPA ITB.
"Mudah-mudahan bisa ada pemecahan rekor dunia renang masters di Stadion Akuatik GBK," kata Harlin.
Perlombaan berlangsung di kolam lintasan pendek sepanjang 25 meter.