NADIKABAR.COM β Pengurus Besar (PB) Alkhairaat mengagendakan pelaksanaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) menjelang satu abad atau 100 tahun lahirnya Alkhairaat di Jakarta.
βSebagai organisasi masyarakat, Alkhairaat juga seperti NU dan Muhammadiyah. Karena itu, kita laksanakan Silatnas di Jakarta," kata Ketua Umum PB Alkhairaat HS Mohsen Alaydrus dalam keterangan tertulis di Palu, Rabu.
Dia menjelaskan Silatnas 2026 dirancang sebagai momentum strategis, untuk memperkenalkan eksistensi dan kontribusi Alkhairaat di tingkat nasional, sekaligus menyongsong Satu Abad Alkhairaat.
"Selama ini, pelaksanaan Silatnas lebih banyak terpusat di Palu," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Alkhairaat Fadel Muhammad menekankan pentingnya menghadirkan tokoh-tokoh nasional dalam Silatnas, agar Alkhairaat semakin dikenal secara luas dan tidak lagi dipandang sebagai organisasi yang hanya memiliki pengaruh regional.
Menurut dia, Alkhairaat memiliki basis anggota dan jaringan yang besar, terutama di kawasan Indonesia timur. Karena itu, sudah saatnya organisasi yang didirikan sebelum kemerdekaan Indonesia tersebut memperkuat eksistensi dan kontribusinya di tingkat nasional.
βSilatnas ini kita jadikan momentum untuk mengundang tokoh-tokoh nasional sekaligus mengenalkan Alkhairaat di tingkat nasional. Selama ini, kita dianggap sebagai ormas regional. Sudah waktunya sekarang kita perkenalkan eksistensi Alkhairaat di tingkat nasional,β katanya menegaskan.
Ia menilai, penguatan eksistensi nasional akan membuka peluang yang lebih luas bagi Alkhairaat untuk berkontribusi dalam pembangunan, termasuk melalui dukungan dan program pemerintah yang dapat menjangkau organisasi tersebut.
Alkhairaat memiliki jaringan pendidikan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia dengan total 1.550 unit madrasah dan sekolah Alkhairaat, dengan konsentrasi terbesar berada di Provinsi Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data sebaran madrasah dan sekolah Alkhairaat, terdapat 1.096 unit lembaga pendidikan di Sulteng. Selain itu, jaringan pendidikan Alkhairaat juga menjangkau Maluku dan Maluku Utara sebanyak 162 unit, Sulawesi Utara 135 unit, Gorontalo 61 unit, serta Kalimantan Timur 55 unit.
Sebaran lembaga pendidikan itu juga mencakup Sulawesi Barat sebanyak 18 unit, Papua dan Papua Barat 12 unit, Sulawesi Selatan tujuh unit, Sulawesi Tenggara tiga unit, serta Kalimantan Selatan satu unit.
Selain mengembangkan jaringan pendidikan formal, Alkhairaat juga memiliki jaringan pondok pesantren yang tersebar di delapan wilayah. Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan jumlah pondok pesantren terbanyak, yakni 16 unit.
Gorontalo menempati posisi berikutnya dengan lima unit pondok pesantren. Sementara itu, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, serta Maluku dan Maluku Utara masing-masing memiliki empat unit.
Jaringan pondok pesantren Alkhairaat juga terdapat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Selatan, yang masing-masing memiliki satu unit.
Berdasarkan data tersebut, jumlah pondok pesantren Alkhairaat di seluruh wilayah yang tercantum mencapai 36 unit.
Dominasi Sulawesi Tengah dalam sebaran sekolah, madrasah, dan pondok pesantren menunjukkan posisi penting provinsi tersebut dalam jaringan pendidikan Alkhairaat. Keberadaan lembaga-lembaga itu menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan berbasis keagamaan.