NADIKABAR.COM — Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) memperkuat fondasi organisasi dan tata kelola olahraga elektronik melalui pelantikan kepengurusan masa bakti 2026–2030 guna meningkatkan prestasi atlet sekaligus mengembangkan ekosistem esports nasional.
Ketua Umum PB ESI Muhammad Herindra mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk membangun ekosistem esports yang kuat dan berkelanjutan, melibatkan pemerintah, dunia olahraga, industri kreatif, serta sektor digital.
"Esports bukan lagi urusan satu organisasi, tetapi kolaborasi bersama pemerintah, dunia olahraga, industri kreatif, dan ekosistem digital bangsa," kata Herindra dalam acara pelantikan di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan esports, terutama dengan dukungan generasi muda yang akrab dengan teknologi digital. Karena itu, kepengurusan baru PB ESI diharapkan mampu mengoptimalkan potensi tersebut menjadi prestasi di tingkat internasional.
Menurut Herindra, pelantikan kepengurusan baru menjadi awal tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi muda memperoleh kesempatan yang adil dalam mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
"Lebih dari 60 persen penduduk kita adalah generasi digital, dan mandat kami adalah mengubah potensi besar ini menjadi kekuatan yang mengharumkan nama bangsa di panggung dunia," ujar Herindra.
Untuk mewujudkan target tersebut, PB ESI akan memperkuat pembinaan atlet melalui jalur prestasi yang berjenjang, pemusatan latihan nasional (pelatnas) berkelanjutan, serta pendekatan berbasis ilmu pengetahuan olahraga atau sport science.
PB ESI juga menaruh perhatian pada perlindungan atlet melalui penguatan regulasi dan kontrak, serta upaya menjaga integritas kompetisi dari praktik perjudian dan kecurangan.