Ia menyebut potensi esports Indonesia sangat besar, dengan jumlah pemain gim atau gamers yang mencapai 154 juta orang.
"Bapak Presiden melihat olahraga ini sebagai alat penting national branding sekaligus pengembangan ekonomi nasional. Potensi kita luar biasa dengan 154 juta gamers, dan Bapak Presiden berkomitmen bahwa pelatnas tidak lagi bersifat jangka pendek," ujar Erick.
Erick menambahkan, pengembangan olahraga nasional juga perlu disertai perhatian terhadap kesejahteraan dan jaminan masa depan atlet. Pemerintah, kata dia, terus mendorong sinergi lintas kementerian untuk memperkuat industri olahraga.
Ia berharap program dana pensiun atlet dapat mulai direalisasikan pada 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan bagi atlet setelah menyelesaikan kariernya.
"Olahraga adalah investasi pembangunan bangsa, kesehatan masyarakat, serta perekonomian melalui sinergi sport tourism dan sport industry," katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, PB ESI juga menyerahkan penghargaan kepada atlet esports Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, yakni tim Pokémon UNITE dan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.