NADIKABAR.COM — Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar KH Jazuli Juwaini menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap sikap tegas pemerintah Indonesia yang tidak memberikan izin penyelenggaraan konser Israel Houghton bersama Israel & New Breed di Indonesia serta memastikan akan menolak permohonan visa bagi musisi asal Amerika Serikat tersebut.
Keputusan untuk tidak memberikan izin konser dan menolak visa Israel Houghton, kata dia, merupakan langkah yang sejalan dengan sikap dan politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan.
"Kami mengapresiasi dan mendukung sikap tegas Pemerintah Indonesia," kata Jazuli di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, persoalan tersebut bukan menyangkut agama, identitas, ataupun nama seseorang. Yang menjadi perhatian, dia menilai acara itu berpotensi menjadi suatu kegiatan publik yang dimanfaatkan untuk menyampaikan propaganda atau kampanye politik yang bertentangan dengan posisi Indonesia terhadap Palestina.
Pemerintah Indonesia, kata dia, telah menjelaskan bahwa kekhawatiran tersebut muncul karena kegiatan musik serupa di sejumlah negara pernah dikaitkan dengan kampanye politik untuk mendukung Israel.
Dia menegaskan Indonesia mempunyai sikap yang jelas terhadap Palestina, yakni mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka dan menolak segala bentuk upaya yang dapat digunakan untuk membangun legitimasi atau propaganda politik bagi Israel.
"Oleh karena itu, ketika pemerintah melihat adanya potensi kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang bertentangan dengan sikap Indonesia, maka langkah tegas pemerintah patut diapresiasi,” katanya.
Selain itu, dia juga menilai kebijakan pemerintah tersebut menunjukkan bahwa kebebasan berkesenian tetap harus ditempatkan dalam koridor kepentingan nasional, keamanan, ketertiban, dan politik luar negeri Indonesia.
Dia menegaskan Indonesia tidak mempersoalkan musiknya, agamanya, dan kebebasan orang untuk menjalankan keyakinannya. Namun Indonesia juga memiliki kepentingan nasional dan prinsip politik luar negeri yang harus dihormati.
"Jangan sampai kegiatan seni atau keagamaan dijadikan pintu masuk untuk menyebarkan propaganda politik yang bertentangan dengan sikap bangsa Indonesia,” katanya.
Menurut dia, dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap prinsip kemerdekaan, keadilan, dan penolakan terhadap penjajahan.
Sejak awal berdiri, dia mengatakan Republik Indonesia memiliki komitmen yang kuat terhadap kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih terjajah.
"Palestina adalah salah satunya. Karena itu, sikap Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina harus konsisten dan tidak boleh dilemahkan oleh berbagai bentuk propaganda,” kata dia.