Wakil Direktur Eksekutif UN Women, Neradzayi Gumbonzvanda, mengatakan negara-negara dengan populasi terbesar memiliki jumlah perempuan dan anak perempuan terbanyak yang berisiko menghadapi kerawanan pangan.
Sementara itu, negara-negara seperti Sudan, Sudan Selatan, Yaman, Palestina, dan Haiti menghadapi tingkat risiko tinggi akibat dampak yang saling timpang tindih dari konflik, pengungsian, dan kerentanan ekonomi.
Gumbonzvanda menekankan bahwa perempuan dan anak perempuan kerap menanggung beban terberat selama krisis pangan. Mereka mengurangi jatah makanan atau bahkan tidak makan demi memenuhi kebutuhan anggota keluarga lainnya sambil terus menghadapi kesenjangan dalam hal pekerjaan, akses layanan keuangan, dan sumber daya ekonomi.