NADIKABAR.COM — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (2/10) mengalokasikan dana darurat sebesar 160 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.937) untuk mendukung bantuan penyelamatan nyawa di 12 negara dan kawasan yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan Dana Tanggap Darurat Pusat (Central Emergency Response Fund) telah mengalokasikan 150 juta dolar AS dari dana tersebut untuk Afghanistan, Burkina Faso, Kamerun, Chad, Kuba, Mali, Niger, wilayah Palestina yang diduduki, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, dan Yaman.
OCHA menjelaskan bahwa sebanyak 10 juta dolar AS tambahan telah dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyandang disabilitas di 12 tempat darurat kemanusiaan serta untuk membuat bantuan menjadi lebih mudah diakses dan inklusif.
Dana tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjangkau 87 juta orang yang sedang membutuhkan bantuan kemanusiaan paling mendesak tahun ini, lanjut OCHA. "Dana baru yang diterima hari ini akan membantu kami menyalurkan bantuan kepada orang-orang yang, tanpa bantuan ini, mungkin akan terabaikan," kata Under-Secretary-General PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Tom Fletcher.
"Namun, dana saja tidak akan cukup. Para pemimpin harus menunjukkan kesediaan politik untuk membuka akses, menyingkirkan hambatan, dan membantu kami menjangkau orang-orang yang nyawanya terancam," ujarnya.
Afghanistan, wilayah Palestina yang diduduki, Sudan Selatan, Sudan, dan Yaman juga termasuk di antara 10 tempat darurat kemanusiaan, ujar OCHA.
Fletcher telah menyerukan tindakan diplomatik mendesak di tempat-tempat tersebut untuk menjamin akses bantuan dan membantu menjangkau 11 juta dari 87 juta orang yang menjadi prioritas penerima bantuan tahun ini, lanjut OCHA.