NADIKABAR.COM — Bangsa (NadiKabar) - Meningkatnya aktivitas pesawat nirawak (drone) dan serangan udara di Ethiopia utara semakin membahayakan warga sipil serta infrastruktur sipil, sekaligus mengganggu operasi kemanusiaan, menurut badan kemanusiaan PBB pada hari Kamis.

Dalam pembaruan berita hariannya, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) mengatakan pertempuran yang memperebutkan sejumlah kota penting di bagian utara negara tersebut telah menyebabkan penutupan jalan sehingga mengganggu pergerakan orang dan pasokan bantuan kemanusiaan.

Sebagian besar fasilitas kesehatan di wilayah tersebut sudah tidak mampu menangani beban yang ada atau tidak lagi berfungsi.

Rumah sakit di Korem dan Alamata telah menerima 480 korban, sementara fasilitas kesehatan di wilayah tetangganya, Amhara, dilaporkan telah kehabisan pasokan darurat.Puluhan ribu orang telah meninggalkan rumah mereka di wilayah Afar, Ethiopia timur laut, menurut hasil awal penilaian yang dipimpin pemerintah Ethiopia.

Sementara itu, angka pengungsian yang terverifikasi untuk wilayah Tigray dan Amhara belum tersedia.Para mitra kemanusiaan tengah mengerahkan bantuan di Afar dan menilai kemungkinan dimulainya kembali operasi di sebagian wilayah Amhara.

Namun, operasi di Tigray hampir terhenti akibat situasi keamanan yang tidak kondusif serta kendala akses yang parah.UN OCHA menyerukan perlindungan bagi para pekerja kemanusiaan serta akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan kepada masyarakat yang membutuhkan.