NADIKABAR.COM β Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Minggu (1/11) memperingatkan potensi eskalasi militer di wilayah Sahara Barat, setelah misi penjaga perdamaian PBB yang telah berlangsung selama 35 tahun di wilayah sengketa tersebut resmi berakhir.
βSekretaris Jenderal tetap mengkhawatirkan situasi keamanan di seluruh wilayah tersebut dan risiko meningkatnya permusuhan,β kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.
Ia mendesak semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin dan menghindari tindakan yang dapat semakin meningkatkan ketegangan atau mengganggu stabilitas kawasan.
Misi PBB untuk Referendum di Sahara Barat (MINURSO) secara resmi menghentikan operasi setelah Dewan Keamanan PBB gagal memperpanjang mandat misi tersebut yang berakhir pada 31 Oktober.
Tim yang lebih kecil di bawah Departemen Dukungan Operasional PBB mulai menjalankan tahap likuidasi untuk memulangkan peralatan milik negara-negara penyumbang pasukan serta mengawasi penghapusan aset milik PBB.