NADIKABAR.COM — PBB menyatakan kekhawatiran atas kemungkinan Amerika Serikat kembali menyerang fasilitas nuklir Iran, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump mengenai potensi serangan baru.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan kekhawatiran tersebut muncul di tengah laporan mengenai kemungkinan serangan Washington terhadap fasilitas nuklir Pickaxe Mountain.
"Kami sangat khawatir dengan sejumlah pernyataan yang belakangan ini kami dengar terkait isu nuklir di kawasan tersebut, khususnya di Iran," kata Dujarric dalam konferensi pers, Selasa.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengatakan Pickaxe Mountain mungkin kembali menjadi sasaran serangan setelah Amerika Serikat menghancurkan apa yang disebutnya sebagai ambisi nuklir Teheran.
Trump sebelumnya juga mengeklaim terdapat aktivitas di lokasi tersebut.
Meski menyampaikan kekhawatiran atas potensi eskalasi, Dujarric mengingatkan Iran memiliki kewajiban berdasarkan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan terhadap Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Dia meminta Teheran mematuhi kewajiban tersebut.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke pihak lawan.
Pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan tidak lama setelahnya.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan