NADIKABAR.COM — Kurangnya pertanggungjawaban Israel atas sederet serangan yang masih terjadi di Jalur Gaza menjadi salah satu faktor utama yang memicu serangan dan konflik, meskipun telah diberlakukan gencatan senjata.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) Ravina Shamdasani pada Rabu (7/10).

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kondisi dan pelanggaran HAM di Jalur Gaza di tengah permusuhan Israel sejak Oktober 2023, dia mengatakan situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki sudah mencapai tingkat yang sangat parah.

Menurutnya, lebih dari 70.000 orang tewas sejak Oktober 2023, termasuk 1.400 orang lebih sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober tahun lalu.