NADIKABAR.COM — Bangsa (NadiKabar) - Para pekerja kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (13/10) memperingatkan bahwa permusuhan dan pengungsian di Yaman semakin memperberat tekanan layanan dasar untuk warga sipil, yang menghadapi kekurangan pangan dan risiko kesehatan.

"Pasokan kebutuhan pokok di Kota Taiz semakin langka dan mahal," kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA).

"Harga bahan bakar minyak melonjak tiga kali lipat, sementara gas untuk memasak sebagian besar tidak tersedia. Harga pangan dilaporkan naik sekitar 50 persen, dan pasokan gandum serta tepung yang ada bisa habis dalam waktu kurang dari tiga pekan," kata kantor tersebut. UN OCHA menambahkan bahwa kelangkaan bahan bakar juga mengganggu pasokan air di kota tersebut dan mengancam keberlangsungan layanan air. Lebih lanjut UN OCHA menyebutkan bahwa kesehatan dasar keluarga-keluarga kian terancam akibat padatnya lokasi pengungsian, minimnya akses terhadap air bersih, serta terbatasnya layanan kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kasus suspek kolera di Yaman meningkat tajam.