NADIKABAR.COM — Sebuah laporan yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (15/10) mendesak segenap pihak untuk meningkatkan inklusi sosial di tengah arus perubahan pesat bidang ekonomi, digigital, dan energi yang berpotensi membuat miliaran orang tertinggal.

Laporan Sosial Dunia (World Social Report) 2026, yang diluncurkan oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, memperingatkan bahwa miliaran orang masih belum memiliki akses ke pekerjaan, keterampilan, layanan, dan perlindungan yang diperlukan untuk memperoleh manfaat dari transformasi tersebut.

Meskipun telah ada kemajuan dalam hal pendapatan, pendidikan, kesehatan, dan akses terhadap layanan, masih terdapat kesenjangan yang signifikan.

Pada 2025, sebanyak 58 persen pekerja di seluruh dunia bekerja di sektor informal, 27 persen perempuan muda berusia 15 hingga 24 tahun tidak bekerja dan tidak menempuh pendidikan maupun pelatihan, dan 26 persen populasi global tidak memiliki akses internet.