NADIKABAR.COM — PBB/New York (NadiKabar) - Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric, Senin (2/11) menyatakan situasi kemanusiaan di Kota Taiz, Yaman, semakin mengkhawatirkan.

"Situasi di Kota Taiz sangat mengkhawatirkan. Seluruh jalan menuju kota tersebut kini ditutup akibat pertempuran. Tidak ada pasokan komersial yang dapat masuk," kata Dujarric dalam konferensi pers.

Menurut Dujarric, hampir 250.000 warga Yaman tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Jumlah tersebut termasuk 186.000 anak berusia di bawah lima tahun dan 23.000 perempuan hamil.

Pada 16 Oktober, Financial Times melaporkan bahwa kelompok Houthi telah mengepung Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman. Penguasaan kota tersebut membuka jalan bagi kelompok itu untuk bergerak menuju Aden, tempat pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional berkedudukan.

Pekan lalu, Wakil Juru Bicara PBB Shirin Yaseen mengatakan bahwa organisasi dunia tersebut menyerukan kepada kelompok bersenjata Houthi untuk mengakhiri blokade di Taiz.

Situasi di Yaman meningkat pada pertengahan Juli ketika pasukan pro-pemerintah yang didukung Arab Saudi menyerang bandara ibu kota saat sebuah pesawat dari Iran yang membawa delegasi pemimpin Houthi hendak mendarat.

Kelompok Houthi menyalahkan Riyadh atas serangan tersebut dan menyatakan perang terhadap Arab Saudi, sekaligus mengumumkan pemberlakuan blokade maritim terhadap negara itu.